LARANGAN MENONTON PERTANDINGAN SEPAK BOLA SEUMUR HIDUP


Di media sosial, terlebih khusus instagram (akun sepak bola) sedang ramai dan hangat perbincangan tentang dirigen sekaligus panutan dari Aremania terkena sanksi untuk tidak diperbolehkan menonton langsung pertandingan sepak bola seumur hidup di Indonesia, yaitu Yuli Sumpil atau yang lebih dikenal Sam Yuli. Hal yang sangat mengejutkan dan menyakitkan pasti bagi pendukung Arema. Sam Yuli Sumpil sendiri sudah sangat lama menjadi dirigen Arema, dia yang mengubah wajah supporter menjadi lebih kreatif lewat nyanyian dan gerakan tangan, yang membuat tahun 2000 ketum PSSI saat itu Agum Gumelar terpukau dengan Aremania sehingga memberi penghargaan dan mengundang Sam Yuli Sumpil untuk bertemu dengan seluruh manager tim sepak bola Indonesia guna memberikan penjelasan bagaimana Aremania mengubah paradigma supporter Indonesia, dari sinilah suka tidak suka sejarah supporter kreatif dimulai. Beberapa fakta tentang Sam Yuli Sumpil saya dapatkan dari beberapa akun media Arema di Media Sosial

Menyakitkan memang, ketika hal yang menjadi hobby dan tempat mencari hiburan untuk diri kita harus dihentikan/dilarang dilakukan kembali seperti biasanya. Stadion yang selalu menjadi tempat melepas rindu bagi para penikmat sepak bola terlebih khusus kalangan supporter. Semangat dan gairah ketika menonton langsung tim kebanggaan bermain. Dan beberapa lontaran kata kasar terucap karena pemain kebanggan kita dijatuhkan. Semua tersaji di stadion, di atas tribun penonton. Dan semua keindahan itu tak bisa dirasakan kembali oleh Sam Yuli Sumpil. Saya tau, hal yang menimpa kepada Sam Yuli Sumpil ini adalah reaksi dari Federasi atas aksinya mengintimidasi pemain lawan dengan cara masuk ke lapangan. Hal seperti ini sebenarnya banyak sekali terjadi di liga eropa, liga amerika latin, bahkan liga asia sekalipun. Penonton masuk ke lapangan itu sudah menjadi hal biasa, entah intimidasi atau untuk bertemu pemain idolanya untuk berfoto atau berpelukan sekalipun. Kenapa harus dihukum seumur hidup untuk tidak diperobolehkan menyaksikan pertandingan sepak bola di Indonesia secara langsung? Entah, mari tanyakan langsung ke Federasi Sepak Bola Indonesia...

Federasi sepak bola Indonesia memang sedang menjadi sorotan dari banyak pihak, dari kalangan supporter atau penikmat sepak bola Indonesia. Saya nggak mau membicarakan tentang ini. Tapi sedikit, saya yakin federasi juga sedang lagi ditekan-tekannya, karena semua sanksi yang diberikan selalu “disangka” tidak adil, tidak seimbang, dan membuat beberapa pihak merasa dirugikan. Serba salah memang langkah apapun yang diberikan Federasi. Tegas? salah, disuruh berkaca oleh kejadia lampau. Nggak tegas? Apalagi, bakal muncul kasus-kasus sama yang bakal terulang kembali karena nggak ada efek jera. Di sini saya buka memihak kepada fedarasi, jujur sampe sekarang di kamar saya masih ada coretan tulisan “P$$I is full of shit” di tembok. Saya benci federasi karena saya terkadang merasa federasi tidak memihak kepada klub kebanggaan saya, dan menguntungkan tim lain. Memang mafia di sepak bola tak akan sepenuhnya hilang di dalam sebuah federasi, bahkan sekelas liga eropa aja, masih banyak mafia-mafia yang berkeliaran di dalamnya, dari pengaturan skor dan kasus-kasus lainnya.

Solusi untuk supporter? Mendewasakan diri, intropeksi diri, dan menahan diri. Jangan terlalu cepat terpancing dengan isu-isu dan seruan-seruan provokatif di sosial media, jujur ini susah banget pasti dilakukan. Dan tidak menutup kemungkinan, saya bisa saja menjilat ludah saya sendiri dari tulisan di atas. Tapi selagi ada kemauan, bisa secara perlahan. Belajar untuk tidak berfikir bahwa tim kebanggaan kita sedang didzolimi dan dibenci Federasi. Dan solusi untuk Federasi, saya harap Federasi nanti diisi oleh orang-orang yang mengerti seluk-beluk permasalah sepak bola, mempunyai pengalaman dalam bidang sepak bola, atau para penulis-penulis buku/majalah tentang sepak bola. Saya yakin jika diantara ketiganya naik, Federasi kita bakal lebih baik. Kenapa? Karena mereka semua tau, dan mempunyai bayangan-bayangan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sekarang terjadi pada Liga Indonesia, dan bisa membuat Liga Indonesia sekelas Liga Thailand, Liga Jepang, dan seterusnya sampai berkelas seperti Liga-liga Eropa, semoga!

Dan untuk kejadian-kejadian yang sedang menerpa tahun ini semoga tidak terjadi atau setidaknya berkurang di tahun depan.

Dan untuk pendukung Arema, Aremania; Tetap Semangat, Sam Yuli Sumpil akan tetap ada di Aremania, walau tidak hadir langsung di Stadion untuk mendukung Tim Arema.



SHARE ON:

Terima kasih telah melihat dan membaca.

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar