GEMPA LOKAL DI GBK!

pict by: mxxpnl on instagram



Selasa kemarin, tepatnya tanggal 20 november 2018 di jalan Jakarta tiba-tiba banyak yang memakai jersey atau baju kebanggaan tim sepak bola jakarta, Persija Jakarta, dari pagi hingga malam berganti hari. Benar, kejadian ini terjadi karena Persija Jakarta (kembali) bermain di Jakarta. Pasalnya, sudah sangat lama Persija jakarta tidak bermain di Jakarta, setelah Patriot, Wibawa Mukti, SSA Bantul menjadi kandang sementara dari Persija Jakarta. Match melawan Persela adalah obat, obat pelepas rindu para penggemar Persija Jakarta yang rindu Persija bermain di mana semestinya tim ini bertanding, Jakarta, Ibu kota.

3 hari menjelang pertandingan di mulai, informasi tiket perihal pertandingan yang mempertemukan Persija Jakarta melawan Persela Lamongan di gameweek 31 liga satu sudah hampir ludes terjual. Semua penggemar Persija Jakarta sangat antusias menunggu pertandingan ini. Kenapa? Selain alasan pertama di paragraf pertama, pertandingan ini juga menjadi laga penentu bagi tim Persija Jakarta untuk merebut gelar juara Liga Indonesia tahun ini. Persija Jakarta yang saat ini bertengger di posisi kedua sangat membutuhkan poin untuk mengejar sang pemuncak klasemen, PSM Makassar. Karena itu, ini saatnya, Persija membutuhkan kemenangan, Persija sedang bermain di Jakarta, suatu hal yang sangat sulit di dapatkan Persija tahun ini karena selalu berbenturan dengan Pertandingan Timnas Indonesia, Ini saatnya!

Spirit of 2001! Sebuah koreografi dibentangkan di Gelora Bung Karno selasa sore itu, ketika para pemain memasuki lapangan dari lorong pemain. Selain anthem fair play berkumandang sebagai penanda pertandingan akan dimulai, dibarengi dengan chants dari pendukung Persija Jakarta tak kalah lebih lantang terdengar walau pertandingan belum berjalan. Sore itu ada beberapa koreografi yang dibentangkan oleh pendukung Persija Jakarta. Dari Sudut utara, yang tertulis kata “spirit”, di sudut selatan tertulis “2001”. Dan tak kalah mencuri perhatian, di sudut timur tribun, terbentang koreografi dengan gambar Coach Teco sebagai Pelatih Jakarta ditemani beberapa prajurit yang membawa perisai bergambar logo Persija dan Jakmania sebagai nama basis supporter Persija Jakarta. Semua orang yang datang ke stadion sangat terpukau, membuat sore itu semakin meriah dan membuat para Pemain Persija semakin semangat dan bergairah untuk meraih kemenangan di sore selasa itu.

Kick off dimulai, peluit wasit berbunyi. Sebagaimana pertandingan “biasanya” Persija Jakarta jika main di Stadion Gelora Bung Karno, chants atau nyanyian dari pendukung Persija bersautan, dari segala sektor tribun. Inilah Persija jika bermain di Jakarta! Selamat datang di Kandang macan!

Gol Rezaldi hehanusa membuka pesta sore itu, Pemain yang seharusnya masuk di Timnas Indonesia untuk Piala AFF Cup, sayangnya ketika seleksi, Rezaldi sedang cedera, dan pertandingan melawan Persela ini adalah pertandingan kedua setelah cedera menerpa dirinya, sebelumnya melawan PSM Makassar Rezaldi sudah bermain, walau dalam raut wajahnya masih terlihat berhati-hati dalam bermain ketika melawan PSM. 1-0 Persija Jakarta unggul dari Persela Lamongan di babak kesatu.

Babak kedua kembali bergulir, cahaya dari matahari mengarah ke arah tribun di Gelora Bung Karno, membuat suasana kental dengan ‘oranye’ semakin menyala. Iya, Persija semestinya identik dengan warna merah, dan takkan lepas dari sejarah. Tapi jangan lupa dengan warna oranye, warna kebesaran di era ‘Bang Yos’ ketika menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Ketika itu, pada 2001-pun, Persija Jakarta dapat meraih gelar ke sepuluhnya di Jakarta, melawan PSM Makassar dengan skor 3-2. Di mana kala itu, oranye sudah sebagai identitas bagi Persija Jakarta maupun Jakmania. Dan walau sekarang sudah kembali kepada warna ‘merah’, warna yang menjadi sejarah berdirinya Persija. Warna 'oranye' tak akan hilang, dan akan terus masuk dalam sejarah Persija Jakarta.

Gol kedua dari Ramdani kembali menggemuruhkan stadion, gol yang ternyata menjadi kontroversi dan didebatkan di media sosial karena golnya menurut beberapa orang, itu gol offside. Gol yang membuat paceklik gol Ramdani berhenti, karena Ramdani yang tahun ini tak setajam jika dibandingkan golnya di musim lalu, walau sampai sekarang peran Ramdani masih sentral dan masih masuk dalam rencana startegi permainan Persija oleh Coach Teco. Chants untuk Ramdani terdengar saat itu. "Ramdhani lestaluhu, Ramdhani Lestaluhu... Ramdhani.. Ramdhani... Ramdhani Lestaluhu!"gemuruh seisi stadion.

Gol ketiga, lagi-lagi gemuruh stadion semakin tak terbendung, kali ini ‘Super Simic’ mencatkan skornya, dan menambahkan pundi-pundi golnya di liga satu tahun ini. Saat gol ketiga terjadi, tribun utara sedang melakukan ‘Poznan Dance’. Poznan Dance adalah di mana para supporter menghadap ke belakang, berlawanan dari sudut pandang ke arah lapangan sambil bernanyi dan melompat-lompat. Tapi tetap, seisi stadion semuanya merayakan gol simic saat itu. Setelah gol itu terjadi, tribun utara kembali melakukan Poznan Dance, dan diikuti oleh penonton seisi stadion.

GBK GEMPA! Tribun di atas sangat terasa goyangannya, beberapa anak kecil yang ikut lompat-lompat tiba-tiba panik. Dan ternyata di televisi, kamera yang menyorot pertandingan ini ikut bergetar. Membuat komentator saat itu ‘Bung Valen Jebret’ berbicara tentang keadaan saat itu di Gelora Bung Karno. Lagi-lagi ini terjadi, hampir di setiap pertandingan Persija yang berlangsung di GBK selalu membuat Atmosfer yang membara, seru, bergairah, dan tegang akan tribun yang bergoyang. Seperti pada kata di atas sebelumnya, “sebagaimana ‘biasanya’ pertandingan Persija”. Biasa, ini sudah sering terjadi kejadian seperti ini. Perihal tribun bergoyang. Dan ternyata, pertanding melawan Persela membuat ‘Gempa lokal di GBK’ menjadi headline di beberapa artikel berita online. Sangat mengesankan.

Dengan kemenangan ini, Persija harus bisa menyapu bersih sisa pertandingan yang ada, dan berharap PSM Makassar yang menjadi rival dalam pemburuan juara tahun ini ‘kepleset’ di sisa pertandingan Liga satu. Dalam sepak bola, apapun bisa terjadi, mari kita tunggu drama apa yang terjadi.
Tetap Semangat dan Sukses Selalu!


SHARE ON:

Terima kasih telah melihat dan membaca.

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar