Sepak bola Indonesia, kapan mulainya? Pramusim?
Liga 1 2020 sampai sekarang belum ditentukan kapan bergulir,
liga tertinggi di Indonesia ini masih tahap perkiraan dan akan dimulai pada
bulan maret. Cukup lama, bukan? Dan itupun belum terlihat titik kejelasan kapan
bergulir hingga jadwal-jadwal match yang seharusnya juga disebar. Memang Liga
belum lama berakhir, di bulan desember tahun kemarin Bali United mengukuhkan
gelar juara Liga 1 2019, dibarengi oleh Pesik Kediri di Liga 2, dan Persijap
Jepara di Liga 3.
Liburan dan transfer pemain dibuka pada awal tahun 2020,
setiap tim gencar mencari pemain baru untuk mengkomposisikan timnya mengarungi
Liga pada tahun 2020. Tapi, kapan? Seperti yang kita ketahui seharusnya setelah
atau sebelum berakhirnya kompetisi seharusnya Federasi telah memiliki gambaran
jadwal atau match pembuka untuk Liga tahun selanjutnya. Mari kita bandingkan,
memang sih tidak apple-to-apple jika perbandingannya dengan Liga sekelas Eropa.
Tapi coba berkaca, dari Premier League, ketika Liga akan berakhir, jadwal kapan
bergulirnya Liga selanjutya telah ditentukan, bursa transferpun menjadi sangat
seru dan ketat karena adanya deadline transfer dan sebagainya. Tim akan
sepenuhnya berjuang mencari pemain-pemain yang akan dibawa untuk mengarungi
musim selanjutnya. Tertata rapih oleh federasi inggris yaitu FA.
Seberapa penting pra-musim?
Preseason atau pramusim sebagai ajang pencocokan pemain baru
dan pemain lama untuk disatukan dalam tim dan mencari strategi yang tepat untuk dipakai
musim yang akan datang. Di eropa, tim elit besar menjadikan pramusim sebagai
laga uji coba, menemui fans, hingga memberikan kesempatan pada pemain muda
untuk unjuk kebolehan. Biasanya juga laga pramusim dibiayai sponsor, seperti
ICC yang telah dilaksanakan beberapa tahun ke belakang. Memang pramusim tesebut
seperti kompetisi, ada pemenang, ada piala yang didapatkan. Tapi tim yang
mengikuti ajang tesebut tidak begitu ngotot walau tetap serius karena sekaligus
mencari rajikan baru untuk tim yang akan dipakai untuk musim yang akan datang.
Di Indonesia pramusim menjadi ajang yang begitu syarat akan
gengsi, tim berebut gelar tersebut, malah terkadang banyak pelatih yang dipecat
karena terlihat begitu buruk di ajang pramusim. Baru ajang pramusim. Baru.
Setiap fans/supporter memang bakal menaruh harapan begitu besar bagi tim
kesayangan/didukung jadi ketika melihat timnya terpuruk, mau nggak mau ada
beberapa orang yang tidak begitu sabar dan meminta timnya dirombak walau masih
sekelas pramusim. Piala presiden sudah berjalan cukup lama, dan ‘katanya’ tahun
ini akan diadakan lagi. Seberapa penting ajang ini? Apa ajang ini sebagai
pengalihan ketidak siapan federasi dan liga dalam menyiapkan jadwal
pertandingan untuk musim yang baru? Kenapa?
Menyebalkan. Yang lebih menyebalkan lagi, jadwal yang
terbentur dengan ajang Internsional seperti LCA atau FCA. Sudah waktunya lama
dalam memberikan jadwal, juga masih beberapa match kebuntur ajang Internasional. Sebagaimana yang kita ketahui, tim yang mengikuti ajang
Internasional merupakan tim yang terpilih karena dapat merengkuh juara di musim
sebelumnya. Lantas, banyak tim yang sebelumnya juara malah menjadi tim yang
begitu kurang beruntung karena faktor tim yang kelelahan mengikuti jadwal yang
padat. Terkadang mereka merelakan timnya buruk di liga karena memiliki
ekspetasi tinggi di Internasional. Ketika di Internasional gagal, mereka
dicibir, lalu di Liga dia semakin terpuruk karena start awal liga yang tidak
baik karena mengikuti banyak kompetisi.
Dengan begitu, seharusnya federasi atau komesaris liga perlu
dipersiapkan lebih siap lagi. Dari segi jadwal salah satunya. Karena tim yang
ikut ajang Internasional juga ingin berbicara banyak di luar bukan hanya di
Indonesia. Dan itu juga akan menjadi prestasi juga untuk Indonesia jika tembus
atau berbicara banyak di LCA atau AFC.
Untuk Bali United, semangat di LCA.