DRAMA SEPAK BOLA
Masih hangat pertandingan Persija vs Persib, Jumat kemarin
yang menuai banyak perbincangan dan sorotan dari penikmat sepakbola indonesia,
khususnya penikmat sepak bola lokal. Pertandingan kedua tim ini memang sangat
banyak yang menunggu, banyak yang bilang ini partai klasik, dan ada juga yang
kurang setuju dengan kata ‘partai klasik’ yang merujuk kepada pertandingan
Persija vs Persib karena masih banyak tim-tim besar di indonesia yang bisa
disebut partai klasik. Tapi selepas dari pro kontra pernyataan ‘partai klasik’,
kedua tim ini selalu menjadi yang paling ditunggu dan menjadi sorotan dari media-media
yang ada di indonesia.
Pertandingan berjalan menarik. Saya sendiri datang langsung
ke stadion manahan untuk mendukung tim kebanggaan saya Persija jakarta. Saya
merasakan atmosfer yang sangat seru (memang selalu seru setiap pertandingan
persija) di tribun. Terror untuk tim lawan begitu banyak; dari chants, hingga
sorokan kepada pemain tim lawan, hingga di awal saat kedatangan pemain dan
official tim lawan masuk ke dalam stadion. Ini sudah biasa terjadi dalam sepak
bola, inilah fungsi supporter, menekan dan membuat mental pemain lawan down
melalui terror-terrornya. Jika berkaca dari terror-terror supporter, liga turki
yang paling seram, karena klub-klub semacam besiktas, galatasaray, dan
fenerbache mempunyai basis supporter yang paling mengerikan. Iya ini menurut
saya, sebenarnya masih banyak lagi seperti di; Argentina, Russia, Jerman,
Italia, tentunya Inggris. Mereka mempunyai basis supporter dari tim-tim yang
berada dalam liganya masing-masing yang seram dan mengerikan.
Okey, dari pembahasan di atas, saya langsung menuju drama yang ada dalam pertandingan Persija vs Persib. Pertandingan berjalan menarik dan keras.
Dikarenakan hujan yang begitu deras yang membuat tackle-tackle bertebangan dan banyaknya drama lainnya di lapangan.
1.
Gol Dianulir
Saya sendiri dan mungkin penonton yang
langsung datang ke stadion tak tau menit ke berapa terjadi, barusan saya baca di
artikel gol dianulir menit ke-27. Gol dari pemain Persib bandung di anulir
karena wasit menganggap bola tak masuk. Jika dilihat dari tribun memang kurang
jelas, tapi ketika saya melihat videonya, bola telah mengenai jaring. Dan sah
gol. Di video tersebut beberapa pemain Persija tertunduk dan menyangka bola
telah masuk masuk ke dalam gawang. Tapi wasit menganggap itu tidak gol. Wasit utama pun berkordinasi
dengan hakim garis, dan tetap menganggap itu tidak gol. Dari tulisan andritany
dan bepe yang saya baca di blognya masing-masing. Dari blog andritany saya
mengutip perbincangan Ezechiel N’Douasselasing dan Andritany.
“Goal keeper ball it’s a goal?” tanya
Ezechiel
“Goal but referee have decision” jawab
Andritany
Di sini, Andritany menanggap bola masuk
tapi wasit berpandangan berbeda. Di blog bepe pun sama, bepe menganggap bola
masuk, dan tak ada gestur pemain Persija yang protes dan membujuk wasit untuk
menanganggap itu tidak gol. Jika dibalik kejadiannya, saya percaya pemain Persib
juga akan melakukan gestur yang sama. Inilah drama sepak bola, hal-hal seperti
ini memang tidak diinginkan di Pertandingan yang penuh akan kontroversi. Jika
berkaca atas kejadian ini, sebenarnya banyak kasus ini terjadi. Seperti goal
Frank Lampard yang seharusnya gol, tapi wasit menanggap tidak gol. Dan gestur
kiper Jerman, Manuel Neuer biasa saja, seakan bola belum masuk.
Drama memang,
mungkin jika semua pelaku sepak bola jujur, seperti bola mengenai tangan di
kotak penalti, dan dia langsung menyuruh wasit untuk memberi penalti kepada tim
lawan, mungkin pertandingan berjalan akan kurang seru dan menarik. Dan fungsi
wasit seperti tidak dibutuhkan.
2.
Kartu Merah
Vladimir Vujovic diganjar kartu merah? Apa penyebabnya?
Dari yang saya lihat dari tribun dia awalnya melanggar Pemain Persija, diberi
kartu kuning, setelah itu dia protes entah berbicara apa di depan wajah wasit,
dia diberi kartu kuning lagi dan harus meninggalkan lapangan karena ulahnya.
Beginilah wasit asing, beda dengan wasit lokal yang kadang jika diprotes hanya
diam, beda dengan wasit asing yang mempunya aturan langsung dari FIFA. Kasus
ini juga banyak terjadi di pertandingan kelas eropa, Pemain yang protes
berlebihan bisa di ganjar kartu, entah itu kuning atau langsung kartu merah.
3.
Walk Out
Ini yang sangat menarik dan menjadi
pembahasan yang panas di sosial media. Walk out atau dalam bahasan indonesia
Berjalan keluar (baca; dari pertandingan). jadi salah satu tim (persib) tak menerima
keputasan wasit dan mogok bermain, mengulur waktu dan akhirnya Wasit asing
meniup peluit panjang. Sebelumnnya memang sudah diberi peringatan dari Wasit
ketika pemain Persib mengulur waktu dan sempat tak ingin bermain ketika babak
kedua berjalan. Seluruh pemain Persija dan wasit sudah berada di lapangan tapi
pemain Persib masih di dalam lorong lapangan hingga wasit memberikan peringatan
2x agar pemain Persib melanjutkan pertandingan. Imbasnya terjadi ketika Vladmir
di ganjar kartu merah, dan entah intruksi dari mana, tapi kalo dilhat dari
tribun yang pakai baju ‘Ijo’ (au siapa hahaha) dari bench official pemain masuk
ke lapangan dan menyuruh pemain Persib berkumpul dipinggir lapangan. Entah apa
yang didiskusikan, tiba-tiba wasit asing meniup peluit panjang berakhirnya
pertandingan. Mungkin ini peringatan ketiga dari wasit. Dari sini pembelajaran
untuk klub-klub yang berada di Indonesia untuk tidak menyepelehkan wasit. Kasus
ini juga pernah terjadi saat pertandingan Mitra Kukar melawan Persib Bandung,
Matsunaga shoei dijatuhkan di kotak penalti tapi wasit menanggap itu tak
penalti, saya menonton langsung kejadian ini di televisi (gapapa kan walau
dukung Persija nonton pertangingan Persib? Hahaha). Semua pemain mogok bermain
hinga beberapa menit lamanya, awalnya saya kira mereka bakal walk out ternyata
tetap melanjutkan pemain. Dan wasit saat itu pertandingan dipimpin wasit
lokal.
“Pelajaran paling berharga dari pertandingan kemarin adalah
kita harus mulai belajar dewasa dan tidak cengeng dan menyikapi segala
keputusan wasit di atas lapangan.”
Kutipan dari Mas bepe, di blog sport satu yang berjudul I Am Still
Human.