Opini Tentang Kebijakan Naiknya Harga Rokok
Gua kali ini mau ber-opini-opini ria ah... tentang sesuatu
yang lagi rame diperbincangkan minggu ini. telat sih, tapi gapapalah, nggak ada
kata telat untuk mencoba. Sadis. Eh terkecuali pasangan lu yang bilang “sayang,
aku telat” itu baru masalah. Apasih.
Dikutip
dari sebuah halaman berita ternyata kebijakan ini diprakasai oleh “Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany bersama rekannya
telah melakukan studi dan hasilnya harga rokok mempengaruhi jumlah perokok.
Dari studi tersebut diketahui perokok aktif akan mulai berhenti merokok jika
harga dinaikan menjadi dua kali lipat.
Sebanyak 1000 orang telah disurvei dan hasilnya 72% mengaku akan berhenti merokok jika harga rokok diatas angka Rp 50 ribu. Meski demikian tidak serta merta pemerintah bisa menaikan harga tanpa memikirkan aspek ekonomi.” Ternyata telah disurvey juga. Gokil.
Jadi gini, gua 3 hari yang lalu abis dari Bandung,
jalan-jalan gitu, semacam refreshing bareng temen-temen rumah. Hampir tiap taun
kami melakukan ini, menyempatkan waktu luang buat liburan bareng. Karena kami
semua punya kesibukan masing-masing, ngumpul kalo abis futsal dan kalo lagi
pada bisa doang, tapi sekalinya ngumpul, bisa lupa waktu. Tapi tetep, nggak
bisa lupa sama kamu. Ini serius. Apasih (2).
Iya, jadi pas kemaren tanggal 20 agustus hari dimana
keberangkatan gua dari Depok menuju Bandung ketika gua buka sosmed, kebanyakan
isinya tentang ‘harga rokok naek’, ‘rokok jadi mahal’, ‘mabok air rebusan
pembalut wanita’, ‘sayang, bbm aku ceklis’. Awalnya gua udah liat judul berita tentang
kebijakan harga rokok dari sebuah artikel yang disebar di twitter, cuman nggak
gua klik. Gua belum terlalu pengen tau saat itu, eh nggak taunya ketika gua
buka ig, bbm, dan sosmed lainnya. Ternyata udah banyak banget yang ngomongin
kebijakan harga rokok yang dinaikkan oleh pemerintah, dari berita, opini
netizen, hingga nggak ketinggalan jokes dan meme tentang kebijakan ini. Rame
pokoknya.
Sebanyak 1000 orang telah disurvei dan hasilnya 72% mengaku akan berhenti merokok jika harga rokok diatas angka Rp 50 ribu. Meski demikian tidak serta merta pemerintah bisa menaikan harga tanpa memikirkan aspek ekonomi.” Ternyata telah disurvey juga. Gokil.
Pemerintah memang sudah berapa kali mencoba
mengurangi para perokok aktif di Indonesia, dari tagline yang ada di bungkus “Merokok
dapat menyebabkan gangguan kehamilan.....” hingga menjadi “Merokok membunuhmu”
+ bonus “Beberapa foto yang akan terjadi jika merokok” Tapi tetep aja, perokok
aktif di Indonesia tetep nggak gentar, dan masih merokok. Dia nggak bakal
merokok kalo duitnya habis buat beli gorengan di tangkuban prahu yang 10 ribu
cuman dapet 4 alias mahal banget anjir. Mana gorengannya dingin lagi. Ini gorengan apa sikap kamu yang kalo bales chat singkat banget, udah singkat balesnya lama lagi, sakit. #Pelacur #PelakuCurhat
Okey, masuk ke opini gua. Sebenernya sih ini nggak
ngaruh banget buat kehidupan gua, karena gua bukan perokok aktif. Tapi sedikit
mempengaruhi, soalnya orang tua gua seorang wiraswasta, yang ngejual rokok
juga. Bahaya juga kalo rokok naek, nanti yang beli rokok di warung bapak gua
berkurang lagi. Tapi gapapa, kata bokap dan nyokap gua “Rezeki udah ada yang
ngatur.” Emang bener, My Parents is My inspiration. Ntap.
Lanjut, iya gua emang bukan perokok aktif,
jadi gua sedikit bodo-amat-an sama hal ini. Gua setuju aja sama kebijakan ini
demi mengurangi perokok aktif di Indonesia, karena bukan cuman perokok aktif
aja yang bisa merugi, perokok pasif juga bisa kena dampak negatifnya juga, malah bisa
lebih parah dari perokok aktif jika embusan asap rokoknya kehirup dan masuk ke
paru-paru atau jantung pertahanan manchester united. Tapi bila harga rokok jadi
naik, para petani tembakau bisa merugi, karena semakin mahalnya rokok,
jadi permintaan tembakau jadi dikit, dan para petani mau tidak mau harus
menurunkan harga jualnya agar tanaman tembakaunya bisa laku. Tapi juga,
kebanyakan tapi nih.... barusan googling, ternyata harga rokok di luar negri
mahal lho, ambil contoh; Rokok sebungkus di Inggris kena harga 10 poundsterling jika dirupiah
kan ada di kisaran Rp160.000.00, Sadis.
Nah kan, jadi pro dan kontra gini. terus, jadi-an aku sama kamunya, kapan? huhuhu.
Jadi gimana nih, wahai siders q yang kucintai? kamu ada di pihak pro atau kontra? Yaudah, mending kita lihat aja dulu perkembangan lebihnya, karena untuk saat ini, itu baru rencana dari wacana beberapa orang. Semoga yang terbaik deh!
"Inget, Merokok itu bukan solusi tapi polusi!"
Jadi gimana nih, wahai siders q yang kucintai? kamu ada di pihak pro atau kontra? Yaudah, mending kita lihat aja dulu perkembangan lebihnya, karena untuk saat ini, itu baru rencana dari wacana beberapa orang. Semoga yang terbaik deh!
"Inget, Merokok itu bukan solusi tapi polusi!"
Salam Olahraga... Salam Olahraga... Nyaris Saja
Pemirsa...








