Kini sepakbola sudah tidak seperti dulu, dulu jika kita
ingin mendapatkan berita seputar sepak bola harus bangun pagi-pagi, meminum
kopi di teras, dan menunggu ‘si pemberi surat kabar’ datang memberi koran. Iya,
ayah saya selalu melakukan itu setiap harinya, dan saya juga. Hehehe. “Yah..
koran udah dateng?” ucapan saya ketika ingin berangkat sekolah. Saya selalu
menunggu koran karena hanya ingin membaca berita tentang olahraga, terlebih
khusus sepak bola. Saya masih ingat, berita olahraga selalu ada di tengah
halaman koran. Dari berita transfer, klasemen hingga preview pertandingan selalu
menghiasi halaman itu. Kenangan yang tak bisa dilupakan memang. Tetapi sekarang
era telah berganti, berita seperti itu lebih cepat diakses atau diketahui
melalui sosial media. Sosial media sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting
bagi manusia di kala ini.
Sebelumnya tulisan ini masih ada kelanjutan yang berbeda
dengan yang saya tulis sekarang, tulisan sebelumnya berkaitan dengan akun sepak
bola yang mengadakan semacam kuis/giveaway. Akun tersebut menyuruh para peserta
yang ingin mengikuti giveaway harus menggunakan tema ‘keberadaan akun tersebut
di sosial media menurut pandangan masing-masing.’ Semua saya ubah, kecuali
judul dan prolog di atas.
Teknologi terus berkembang, selalu ada penemuan-penemuan
baru hampir setiap tahunnya. Begitu juga dengan hal-hal yang berkaitan dengan
sosial media. Sosial media mempunyai daya tarik di 15 tahun terakhir ini. Iya,
memang sosial media hadir sejak lama, jika tidak salah dari artikel yang pernah
saya baca, sosial media hadir di era 70-an tapi ketika itu hanya bisa mengirim
surat elektronik, menggunggah, atau mengundung perangkat lunak, yang diakses
melalui saluran telpon yang terhubung
dengan modem. Di era 2000-an ke atas daya tarik sosial media makin bertambah. Friendster,
sosial media yang hadir pada tahun 2002 ini dulu banyak digunakan oleh remaja
kala itu. Terus-terus dan terus-menerus hadir sosial media baru seperti;
facebook (2004), twitter (2006), instagram (2010), dan masih banyak lagi. Tapi ketiga
sosial media tersebut paling banyak peminatnya. Parah, sangat... bagaimana
tidak, hampir manusia di era ini pasti punya sosial media, iya, memang tidak
semua manusia. Tapi hampir setiap remaja pasti mempunyai akun sosial media,
akun sosial media sudah menjadi pokok penting bagi remaja di era seperti ini.
tidak usah remaja, adik saya saja yang masih sd sudah mempunyai beberapa akun
sosial media. Begitu se-menariknya sosial media.
Berhubungan dengan sepak bola, dengan banyaknya sosial media
yang telah disebutkan sebelumnya, kita jadi lebih mudah mendapatkan; berita
terbaru, preview match atau analisis sesudah pertandingan, transfer pemain hingga
perang antar supporter di sosial media.
1. Berita terbaru
Ini sudah sangat pasti kita dapatkan jika kita mengikuti salah satu akun
offisial tim favorit kita, kita akan terus mendapatkan kabar baru tentang tim
favorit kita dari posting-postingan akun tersebut. Atau juga bisa kita dapatkan
dari beberapa website/situs sepakbola.
2. Preview match atau analisis sesudah pertandingan
Keduanya mudah kita dapatkan di sosial media, karena sudah banyak
akun-akun yang membahas ini di akun-nya
atau situsnya masing-masing. Jika di luar yang saya ketahui seperti opta joe
dan squawka. Dan jika di indonesia yang saya ketahui hanya panditfootball, walau
sebenarnya banyak lagi.
3. Transfer pemain
Tidak ada bedanya dengan nomer 1-2 di atas, berita transfer ini sangat mudah di
dapat dari akun offisial tim atau situs/website yang membahas sepak bola. Bedanya di
situs/website ‘kebanyakan’ masih bersifat rumor (belum pasti). Jika berita transfer
pemain sudah di posting oleh akun offisial tim, hampir 99% pasti.
4. Perang antar supporter
Sebagaimana semestinya perang antar supporter pasti ada di setiap klub/tim,
terlebih klub yang mempunyai gengsi tinggi, terkenal, dan hebat. Supporter tim tersebut
pasti tidak akan rela timnya kalah dalam hal apapun dari tim lainnya. Perang antar
supporter yang dulu kita ketahui di area stadion atau jalur menuju stadion
(walau sebenarnya masih ada, dan banyak juga). Sekarang merembet ke sosial
media, mereka saling mencemomoh dan mengejek tim musuhnya masing-masing. Banyak
cara yang mereka lakukan untuk meledek tim musuh, bisa dengan memposting foto
yang berunsur menarik supporter lainnya agar kesal. Atau dengan cara membuat
berita yang belum tentu benar (baca: hoax) agar membuat citra supporter yang
menjadi rivalnya buruk dan dibenci supporter lainnya atau orang awam. Jahat memang.
Senjata di sini bukan bangku, bambu, bruce knuckle tapi mesin ketik. Terkadang
malah senjata mesin ketik bisa yang paling kejam dan berbahaya dari senjata
tumpul. Bukan tentang fisik yang terluka, tapi citra yang bisa rusak dan akan
terus timbul masalah-masalah baru yang lebih parah karena mesin ketik.
Iya memang selalu ada plus minus dari berkembangnya teknologi. Tidak salah
dengan sosial medianya, tapi karakter pengguna sosial media tersebut yang harus
diperbaiki. Pintar-pintar menggunakannya, di mulai diri sendiri. Cheers, lads!
0 komentar:
Posting Komentar