PILKADA MENYERANG, DAN ORANG-ORANG AWAM JADI PAHAM TENTANG POLITIK.


Buka twitter, isinya bahas politik. Buka instagram, isinya juga politik. Buka line, masih juga politik. Buka path, isinya kamu pamer kebahagiaan sama dia. Surem sekali my layfff huhuhu. Ketika pilkada menyerang, semua itu pasti akan terjadi. Sebelumnya pemilu 2014 juga gitu, saling menyerang kubu lawan masing-masing, membenarkan statement masing-masing, dan akhirnya kata-kata kotor mulai keluar dari mereka masing-masing. Jadi inget waktu itu, ketika pemilu 2014 ada 2 orang yang beradu argument (baca: twitwar) di sosial media, dan akhirnya mereka menyelesaikannya dengan cara bertemu. Link -> https://www.kaskus.co.id/thread/54dc2d5f0d8b46b9408b4579/debat-di-twitter-soal-jokowi-dua-pria-ini-berantem-di-istora-senayan/ sangat tidak pantas ditiru. Jangan sampai terulang.

Nah, Ini menjadi keresahan gua akhir-akhir ini, iya mungkin bukan cuman gua doang, pasti orang lain juga ada yang sama dengan gua, resah. Sosial media mulai tidak asik, kita yang tadinya penat sama kehidupan nyata yang akhirnya milih buka sosial media buat nyari yang seru-seru malah jadi pusing sama orang-orang yang bahas politik. Jadi serba salah, mau ikut-ikutan bahas, nanti ada aja yang nggak sepakat akhirnya ngajakin buat beradu argument. Lebih kesian lagi jika ada orang berada di suatu lingkup yang isinya memilih kubu Y, dan dia sendiri memlih kubu Z. Ketika ada hal-hal yang menurut kubu Y negatif tentang kubu Z, pasti mereka yang berada di kubu Y langsung menyerang dia yang hanya sendiri. Kesian.

Gua lebih memilih diam di sosial media, cukup memantau dan mengikuti aja apa yang sedang di bahas mereka tentang pilihannya masing-masing. Sikap boleh diam di sosial media, tapi tetap ikut juga merayakan Pemilu/Pilkada serentak. Tetap memilih mengikuti hati nurani, jangan sosial media. Karena di sosial media belum tentu benar berita atau mereka yang saling membenarkan pendapatnya. Sosial media bisa saja mem-brain-wash kalian. Makanya pinter-pinter menyikapinya.

Jadi inget pendapat bapak-bapak yang suka beli rokok musteng “politiq2 tai qucing”. Sungguh pendapat yang penuh dengan tai kucing, Pak! So, Yuk ah nggak usah terlalu bersemengat mendukung pilihannya masing-masing, ikuti aja perkembangannya, nah ketika hari H datang, coblos pilihannya. Simple kan! Mau menang atau tidak pilihan lu, tetap aja tukang parkir kalo dikasih seribu nggak mau ngebantuin ngeluarin motor. Jahat ih. Menyebalkan. :(

SHARE ON:

Terima kasih telah melihat dan membaca.

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar