26 Agustus 2018, tiket kereta yang saya pegang sama dengan tiket
yang dipegang beberapa temen saya. Kita memang sudah merencankan liburan ini
dari jauh-jauh hari, dari penentuan tanggal, hingga pemaksaan dan ajakan kalo
liburan ini kita wajib libur bareng-bareng. Yes, kepilih-lah tanggal 26 Agustus
2018 saat itu. H-2 nya, salah satu dari kita tiba-tiba mendadak memberi tahu
kalo tanggal segitu dia nggak bisa, ada acara tournament game online. Wah, ya kali gara-gara satu orang nggak
jadi, liburan ini batal. Akhirnya, gua inisiatif buat nemenin temen gua berangkat
tanggal 27 Agustus 2018, rubah jadwal keberangkatan. Bersyukurnya dapet tiket
tanggal 27, walau budget 2x lipat.
Ini udah jadi resiko kita bedua. Gapapa, yang penting jadi!
Di tanggal 27 Agustus, teman-teman saya yang sudah sampai duluan
di Jogja sudah mampir ke tempat Wisata Candi Borobudur. Saya dan teman saya? Di
tanggal segitu kita sedang tidur di stasiun senen sambil dikerumini nyamuk,
karena dapet jadwal keberangkatan kereta pagi jam setengah 7, takut kesiangan
juga. Maka dari itu daripada ketinggalan kereta, akhirnya kita bedua memilih plan untuk tidur di stasiun. Pengalaman
baru yang apes. Apesnya? Ya karena nyamuk gangguin tidur saya saat itu. Pagi
tiba, kita masuk kereta. Hampir full
di kereta kita bedua tidur, hanya beberapa jam menyepatkan untuk nyemil dan minum.
Abis itu, lanjut tidur kabeh...
Sampai Jogja! Kita bedua langsung dijemput sama salah satu teman
saya dan saudaranya. Kita semua tidur di rumah saudara teman saya, atau bisa disebut
rumah Bule dan Pale-nya. Bule dalam basa jawa, Bibi dan Pale adalah Paman.
Liburan kali ini, memang minim budget.
Bersyukur. Kita diberikan penginapan, dan makan. Bule dan Pale teman saya
sangat open, malah merasa senang
ketika rumahnya kedatangan tamu. Matur suwun, Pale, Bule! Oiya, rumah Pale dan
Bule ini bukan di Jogja, tapi Magelang. 2 atau 3 jam kurang lebih dari kota
jogja. Tempatnya asik, adem. Sebagaimana suasana desa/kampung. Orangnya ramah,
saling tegur. Ah pokoknya asik tempatnya.
Selain Magelang, 2 hari sebelum pulang ke jakarta, kita semua
diajak main ke rumah saudara dari teman saya lagi di Wonosari, Gunung kidul. Di
sana tempatnya sama, sejuk, sepi, asik dan baik-baik orangnya. Yang saya suka
dari liburan adalah ketika ketemu orang-orang baru. Mengenal dan berinteraksi
kepada mereka.
Dan di sini, saya mau membagikan tempat yang saya kunjungi selama
saya berada di Jogja, Magelang, dan Gunung kidul.
1. JOGJA
Malioboro
Malioboro adalah tempat yang wajib dan pasti
didatengin bagi wisatawan. Di tempat ini kalian bisa menemukan makanan –
minuman khas Jogja. Dari gudeg hingga angkringan yang menyediakan Kopi jos.
Tapi saat di Malioboro, saya sama sekali nggak makan gudeg. Lho kok? Masa ke
Jogja nggak makan gudeg? Wah, tunggu dulu, saya selama 4 hari di sini makan
Gudeg terus di rumah Bule dan Pale saudara teman saya. Pagi-siang-malam. Kopi
Jos, saya pernah dengar sebelumnya bagaimana bentukan dari Kopi Jos, tapi hanya
liat di Tv, belum pernah liat langsung. Di sini saya nyobain, berawal dari
rekomendasi dari salah satu teman saya, kita semua langsung mengiyakan ajakan
itu. Angkringan kopi jos yang kami kunjungi dekat dengan Stasiun Jogjakarta,
nyebrang rel sebelum masuk Jalan Malioboro. Dekat tugu kecil jam. Nama
angkringannya; Angkringan Kopi Jos Pak Agus. Tulisan Bannernya warna biru. Kata
teman saya, di sini kopi josnya benar-benar joss. Harga kopi jos sendiri saya lupa-lupa
ingat, kisaran 3-5rb. Terjangkau! Selain kopi jos, Angkringan Pak Agus ini
menyediakan makanan angkringan pada umumnya, nasi kucing, sate kulit, wedang
jahe, dan macam-macam makanan angkringan lainnya. Oiya, ada Indomie juga.
Lengkap! Sayangnya saya nggak memfoto Angkringan Pak Agus sebagai jejak kalo
saya pernah ke situ. Selain jajanan, oleh-oleh khas Jogja juga bisa ditemukan
di sini. Dari baju-baju yang bertuliskan Jogja, Sendal, Gantungan kunci, dan
terlebih khusus oleh-oleh makanannya, Bakpia. Tempat jual Bakpia di Jogja
banyak dan enak-enak. Tapi kita semua memilih membeli oleh-oleh makanan di
Bakpia Pathok. Untuk lokasi, bisa dicek di maps.
Saya lupa dimana letak tepat lokasinya, pokoknya tidak jauh dari Jalan
Malioboro. Di sini, bukan hanya menjual Bakpia saja, ada juga makanan khas
Jogja lainnya yang wajib banget dibeli dan dicobain.
2. MAGELANG
Wisata Gunung Merapi
Ini perjalanan yang asik sih. Di sini kita
bisa mengenal dan mengenang sejarah meletusnya Gunung Merapi saat itu. Untuk
sampai ke tempat wisata yang ada di Gunung Merapi, kita bisa memilih
transportasi apa yang kita ingin gunakan, dan budgetnya berbeda-beda. Ada Jeep, Motor cross/trail, dan Motor
bebek/matic biasa. Harganya ditentukan dari berapa lama kita menggunakan transportasi
itu, tapi untuk jeep. Kita dipandu, ada tour guidenya. Untuk harga transportasi
Jeep sesuai dengan berapa wisata yang ingin kita kunjungi. Mulai dari 350 –
500rb. Sedangkan Motor trail tergantung beberapa lama waktu yang kita pakai, saat
itu saya menggunakan Motor trail sebagai alat transportasi ke wisata-wisata
yang ada di Gunung Merapi. Untuk Motor trail 100rb/1 jam. (boleh lebih dikit, maksimal
lebih 15 menit, lebih dari itu kena uang tambahan). Dan transportasi yang murah
untuk ke wisata yang ada di Gunung Merapi adalah motor bebek/matic, hanya 50rb.
Boleh lebih dari sejam, asal jangan lebih 24 jam. Itu nggak boleh, namanya jadi
hak milik. Di situ banyak pilihan tempat wisata, saya lupa, kalo tidak salah
ada 5 lebih. Tapi saya hanya ke 2 tempat wisata yang ada di sini, karena waktu
dan uang terbatas saat itu. Ehehe. Saya ke bunker kaliadem, bunker kaliadem
sendiri kalo tidak salah tempat berlindung warga ketika Gunung Merapi erupsi.
Tempatnya terbuat dari baja-baja besar. Bunker kaliadem sendiri salah satu
saksi bisu dahsyatnya letusan Gunung Merapi pada tahun 2006 dan 2010. Selain
Bunker Kaliadem, saya juga mampir ke Petilasan Mbah Marijan. Di sini terdapat 2
buah bangunan berbentuk Joglo.
Pengunjung tidak diperkenankan untuk naik ke bangunan itu. Selain kedua
bangunan itu, ada juga kendaraan dan parabotan rumah tangga yang hangus karena
ikut tersapu awan panas. Terdapat 2 buah sepeda motor milik Mbah Maridjan dan
mobil jenis APV yang digunakan Tutur Priyanto dan Yuniawan Wahyu yang hangus,
sebagai koleksi yang disimpan di petilasan tersebut.
3. GUNUNG KIDUL
Pantai Baron
Sesampainya di Wonosari, Gunung kidul dari
Magelang, saya dan teman saya langsung menyempatkan mengunjungi Pantai Baron
yang terletak di Gunung Kidul, tidak jauh dari kediaman Bule dan Pale saudara
dari teman saya. Kita mengejar sunset
saat itu, pas banget kita sampai sebelum matahari tenggelam. Pantai Baron ini
seperti pantai pribadi, kiri dan kanannya terdapat 2 tebing, tidak pribadi
banget juga sih, karena ada beberapa penjual makanan seperti; ikan, udang, dan
hewan laut lainnya. Dan ada juga beberapa kapal nelayan di pinggir pantainya. Yang
keren dari Pantai Baron Ini, air sungai yang jernih dari tebing bercampur
dengan air laut. Memotong sebagian bibir pantai. Jadi ilustrasinya gini, Bibir
pantai – aliran sungai dari tebing –
abis itu Pasir pantai lagi. Jadi kalo kita mau ke pantai yang langsung bertemu
dengan ombak laut, kita harus melewati air sungai yang mengalir. Air sungai
yang mengalir di dasarnya bukan bebatuan, tapi pasir pantai, dan tidak dalam,
hanya selutut orang dewasa. Jadi seperti ada pulau kecil di tengahnya.
Perjalanan dari Bibir pantai awal sampe ke pulau kecilnya hanya 2 menit. Deket banget
kok. Di Pantai Baron juga kita bisa menyewa kapal nelayan dan keliling di
sekitaran Pantai Baron tersebut. Sayangnya saya sampai di Pantai Baron sudah
terlalu sore, jadi sudah tutup dan tidak bisa.
Pantai Wediombo
Pantai ini sangat asik juga, luas. Lebih luas
dari pantai Baron. Banyak beberapa karang yang ada di pinggir pantainya. Di
sini walau banyak karang kita tetap bisa berenang tapi harus geser ke kiri di
ujung Pantai Wediombonya. Karena di situ tidak ada karangnya sama sekali.
Pantai Wediombo ini sangat instragamble banget buat spot foto, ada
karang-karang yang bagus, tempat seperti ayunan, dan pasirnya yang putih. Bagus
deh buat upload foto di sosial media, dijamin! Di sini juga menyediakan wahana
seperti snorkling. Sayangnya pas saya ke sana saat weekday, tempat yang menyediakan untuk snorkling sedang tutup. Huh.
Kalo kalian ke sini tidak usah takut lapar, karena banyak penjual makanan berat
sampai makanan ringan. Dan tempat berjualannya juga tidak menganggu keindahan
pantai tersebut. Para penjualan diberikan tempat yang bagus dari pemerintah
setempat. Tempatnya tidak di Pantainya. Dan kalau kita makanan di tempat
makanan di situ, kita bisa melihat indahnya Pantai wediombo dan Suasana Angin
pantai yang sejuk.
Sebenarnya banyak wisata Jogja yang
keren-keren lainnya, sayangnya karena keterbatasan waktu, saya dan teman-teman
saya tak bisa mengjungi satu-satu wisata yang ada di Jogja. Jogja Selalu
Istimewa!
Oiya,
maaf sebelumnya nggak ada foto-foto yang saya taruh di tulisan sini, saya juga
nyesel nggak mengambil gambar di setiap tempat wisata yang saya kunjungi.
0 komentar:
Posting Komentar