Usia setiap tahunnya akan terus bertambah, begitupun dengan masalah yang akan menerpa. Semakin tua kita, semakin banyak juga hal yang akan
dilewati dan dihadapi. Dari sekolah dasar, masalah terbesar yang paling sering
dialami adalah ketika tidak mengejarkan PR yang diberikan guru, bolos, membuat
nangis teman, dan permasalah sederhana lainnya. Dulu jika diingat, ketika
masalah-masalah itu menerpa, seketika pikiran ingin cepat beranjak dewasa.
Lucunya. Masuk ke jenjang sekolah menengah pertama, proses peremajaan dari yang
biasanya pulang selalu dijemput, mulai pulang bersama teman. Kebahagiaan
mendalam ketika kita meledek salah satu temen kita yang ada di kelas, dan hal
yang paling menyebalkan ketika kita yang sedang menjadi sasaran ledekan di
kelas. Di masa itu, berasa sekali perubahan antara jenjang sebelumnya,
pengenalan lingkungan yang agak liar. Diajak ikut tawuran antar sekolah.
Menyewa satu angkot untuk pulang bersama. Permasalahnnya masih hampir sama,
masih perihal tugas dan sejenisnya. Di sekolah menengah atas/kejuruan mulai
belajar kemandirian, memperbanyak relasi teman, mencoba hal-hal yang baru,
nongkrong hingga pulang malam.
Kapan terakhir kamu bisa tertidur dengan nyenyak? Salah satu
lirik hindia – secukupnya yang begitu bermakna. Proses kehidupan akan terus
berjalan. Masalah baru juga akan siap datang dan terkadang masalah lalu masih juga menghantui. Kegelisahan terjadi ketika ingin melelapkan raga, memenjamkan mata,
beribu pertanyaan hadir di dalam kepala. Ketakutan menghadapi sesuatu,
kesedihan mengingat kenangan yang lampau, dan keberanian yang harus dibangun di
dalam diri. Semuanya menjadi satu dan menggangu jam istirahat.
“Mau jadi apa?”
“Mau jadi apa?”
Semakin menua, cita-cita yang ditanamkan sejak dini seketika
mulai pudar dan berubah. Jadi seperti apa selanjutnya, kita sendiri kadang
tidak tau. Apa yang kita cari, gaji yang besar? Berkerja di suatu korporasi
ternama, dan berharap gaji yang didapatkan bisa membuat kita puas berbelanja
yang kita inginkan di Mall ternama di sebuah kota? Atau kembali mengejar
hasrat/cita-cita yang diingingkan sebelumnya? Walau hampir selalu berubah
cita-cita yang dikejar. Seperti menjadi penulis karena hasrat dan keinginannya
menciptakan karya tulis atau menjadi penyanyi solo dengan lirik yang dibuatnya
karena banyak keresahan yang perlu disuarakan? Bingung, kan? Sama. Mau jadi apa
selanjutnya, mari kita lihat ke depannya. Peluang dan keberuntungan akan
datang. Kita hanya perlu berproses, bertahan menghadapi prosesnya, dan berusaha
mengubah diri menjadi lebih baik dengan berproses.
Kelanjutannya kita tidak tahu, akan ada selalu kejutan di
dalam hidup. Semoga kejutan itu bersifat positif. Mari menikmati prosesnya.
Jangan kalah dengan keadaan. Rehat jika diperlukan. Bangkit kembali dan
tumbangkan satu persatu masalah yang menghadang.
0 komentar:
Posting Komentar